Laporan Kunjungan Industri UKM Kain Celup Yak Yoko


LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
“ BATIK IKAT CELUP “

SURABAYA

Dosen Pengajar :
Hj.I.G.A.Aju Nitya Dharmani, SST,SE,MM.

Penyusun :
1. GINA ALIVEA ORYZA             01217111
2. ELOK SEKAR SARI                  01218020
3. INNA KUSTIANA                       01218059
4. AYU NUR PRATAMI                 01218000
5. YOLANDA DWIARTA PUSPITASARI          01218070
6. VINDA ASYUNIARI                  01218141

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
PRODI MANAJEMEN B
UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA
2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kekuatan dan karunia-Nya sehingga akhirnya kami mampu menyelesaikan tugas laporan kunjungan tentang“Batik Celup Ikat” untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis Semester II.
Laporan ini disusun berdasarkan data data yang kami kumpulkan dengan berbagai metode untuk memastikan kevalidan informasi yang telah ada.
Saya mengucapkan terimakasih kepada Dosen pembimbing Ibu Hj.I.G.A.Aju Nitya Dharmani,SST,SE,MM. yang telah memberikan arahan dalam tugas ini. Terutama semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung yang terlibat dalam penyusunan laporan kunjungan UKM saya haturkan banyak terimakasih.
            Saya menyadari bahwa tulisan ini belum sempurna dan sangat diperlukan saran dari pembaca dan dosen pembimbing untuk kesempurnaan hasil laporan ini.
            Saya mengharapkan semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca.





1.1 Latar Belakang
            Batik dapat berkembang pesat di Indonesia bahkan mulai dikenal di luar negeri, Proses pembuatan batik memang mempunyai ciri tertentu karena keindahannya dan ketelitiannya serta keunikannya, sehingga banyak dikagumi orang-orang asing.
            Batik Jumputan (batik ikat celup) adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan


BAB I
PENDAHULUAN
 warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Tali berfungsi sama halnya dengan malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.
Kata jumputan berasal dari bahasa jawa. Menjumput berarti memungut atau mengambil  dengan semua ujung jari tangan. cara pembuatan kain batik jumputan sangat sederhana dan mudah dilakukan karena tidak menggunakan lilin dan canting. Dalam proses pewarnaan batik jumputan, jaman dahulu zat pewarna yang digunakan berasal dari alam. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi zat pewarna alami mulai di tinggalkan hal ini terjadi terutama karena pewarna sintesis memiliki jumlah warna yang hampir tak terbatas, disamping itu juga, proses pewarnaan alam juga lebih rumit pewarna sintesis.
Meskipun dengan cara sederhana. hasil kain batik jumputan tidak kalah indah dengan jenis batik yang lain. Batik jumputan merupakan suatu karya seni yang mempunyai nilai budaya dan nilai ekonomi tinggi.
Teknik batik ikat celup diperkenalkan ke nusantara oleh orang-orang india melalui misi perdagangan teknik ini mendapat perhatian besar terutama karena keindahan ragam hiasnya dalam rangkaian warna warni yang menawan. Penggunaan teknik batik ikat celup ini antara lain di Sumatra, khususnya Palembang, di Kalimantan Selatan, Jawa dan Bali.



1.2 Tujuan Kunjungan UKM
            a. Mengetahui sejarah atau asal usul Batik Ikat Celup Cak Yoko
b. Mengetahui bagaimana cara membuat Batik Ikat Celup Cak Yoko
c. Mengetahui tentang pendapatan yang di produksi oleh usaha ini
d. Mengetahui cara pemasaran usaha ini
1.3 Tujuan Pembuatan Laporan
            1. Sebagai pertanggung jawaban setelah melakukan kunjungan UKM
            2. Sebagai tugas mata kuliah Pengantar Bisnis Semester II

1.4 Waktu dan Tempat
Kunjungan UKM Batik Ikat Celup dilaksanakan pada :
            Hari     : Jum’at
            Tanggal           : 14 Juni 2019
            Tempat            : Jl. Kedurus Dukuh Gang 3 Surabaya

1.5 Pengumpulan Data
Ø  Metode Wawancara
Ø  Metode Observasi
Ø  Metode Dokumentasi




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Batik Ikat Celup Cak Yoko
            Tepat pada tahun 2014, Cak Yoko, memulai usahanya dengan bergabung bersama Pahlawan Ekonomi dengan aktif mengikuti pelatihan. Awalnya Cak Yoko adalah seorangtukang jahit biasa yang menerima jahitan baju dan permak celana di kampung tempat tinggalnya. Namun, saat itu Cak Yoko mendapatkan informasi dari tetangga ada pelatihan Bappemas di tingkat Kecamatan yang peruntukkan untuk ibu-ibu. Dengan modal nekat dan semangat untuk maju, Cak Yoko memberanikan diri untuk mendaftar dan sangat bersyukur, pada akhirnya Cak Yoko dapat ikut pelatihan membuat batik celup tersebut. di Kedurus Dukuh Gang 3 Surabaya yang menjadi rumah sekaligus bengkel produksinya. Setelah ikut pelatihan, Cak Yoko memutuskan untuk mempraktikkan ilmu yang ia dapatkan itu dengan membuat beberapa produk batik ikat celup. setelah mampu menghasilkan kain batik ikat celup banyak langganannya yang membeli produknya tersebut. Tidak berhenti disana saja, saat ini Cak Yoko mulai berinovasi untuk menciptakan baju batik untuk perempuan. Lantas, agar kain batik ikat ce
lup yang Cak Yoko produksi lain dari pada yang lain, Cak Yoko juga belajar bagaimana menciptakan motif tertentu. Hingga saat ini Cak Yoko telah mampu menciptakan motif kain batik ikat celup dengan motif tenun.

2.2 Cara Pembuatan Batik Ikat Celup
 (1)                                (2)



(3)                                 (4)



(5)                                (6)



 








2.3 Pendapatan yang di Produksi
            Cak Yoko sangat tekun, dan sangat berinovasi untuk menciptakan baju batik yang beda dengan yang lainnya sehingga mampu mengumpulkan pendapatan Rp. 3.500.000 sampai Rp. 5.000.000 dari hasil produk yang telah dijual. Untuk 1 produk, Cak Yoko membandrolnya dengan harga Rp. 100.000 sampai Rp. 250.000.


2.4 Pemasaran Batik Ikat Celup
            Cak Yoko selain memasarkan di rumah beliau juga memasarkan di media sosial seperti Facebook, Instagram, dll. Cak Yoko juga menjual hasil karyanya di 4 tempat yag ada di Kota Surabaya diantaranya, Mall Cito, Centra UKM MERR, ITC, dan Centra UKM Siola. Cak Yoko berharap kedepannya bisa memiliki butik sendiri dan ingin menambah alat produksi, hal itu seiring dengan makin meningkatnya permintaan pasar.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Membatik pada hakikatnya sama dengan melukis di atas kain dengan menggunakan canting sebagai alatnya dan cairan malam sebagai bahan untuk melukisnya. Seni batik adalahsenibudaya yang kaya nilai-nilaikehidupanmanusiadanlingkungan.Batik dapat berkembang pesat di Indonesia bahkan mulai dikenal di luar negeri, Proses pembuatan batik memang mempunyai ciri tertentu karena keindahannya dan ketelitiannya serta keunikannya, sehingga banyak dikagumi orang-orang asing.
3.2 Saran
Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan budaya salah satunya adalah kain batik. Kain batik bukan hanya dijadikan oleh kalangan atas,tetapi batik bisa juga dijumpai di mana-mana dengan motif yang beragam, dan batik bukan hanya digemari oleh masyarakat Indonesia saja tetapi para Tourisme yang berkunjung ke negara Indonesia pun tertarik dengan batik. Jangan sampai negara lain mengambil kebudayaan indonesia. Seiring perkembangan zaman, kita sebagai penerus Bangsa Indonesia harus menjaga budaya batik Indonesia ini.
Karya batik yang terdiri dari berbagai macam, salah satunya kain jumputan,yaitu batik yang dikerjakan dengan cara celup dan di ikat dengan tali dan di celupkan diberbagai warna. Oleh karena itu batik perlu dikembangkan dengan motif-motif yang beragam untuk menambahkan kekayaan negara Indonesia. Marilah kita bersama-sama untuk melestarikan budaya batik ini.







DAFTAR PUSTAKA




  

                                                                                                           




Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS Etika Bisnis

Contoh Perusahaan yang Sudah Menerapkan Etika dalam Berbisnis